Sabtu, 10 November 2018



PROPOSAL
USAHA PEMBESARAN UDANG WINDU





PROGRAM KEAHLIAN : TEKNOLOGI BUDIDAYA PERIKANAN
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4 (TINGKAT II TBP 2)
PT.SURYA CITRA MONODON

KETUA               = SAFITRI RAMADHANI
SEKERTARIS    = FATIMAH AS ZAHRA
ANGGOTA         = MUHAMMAD SULISTIAWAN
      = MUHAMMAD AKBAR HIDAYATULLAH
                 = MUH.FITRAH RAMADHAN

KEMENTRIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
SEKOLAH USAHA PERIKANAN MENENGAH
(SUPM) NEGERI BONE

2018






BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

            Kota Takalar sebagai salah satu kota yang ada di Sulawesi Selatan yang letaknya 29 km arah selatan Kota Makassar ibu kota Sulawesi Selatan. Luas Kota Takalar 566,61 km2  terdiri dari 9 kecamatan 100 desa.

            Potensi sumber daya perikanan di kota takalar perlu di kembangkan lagi, salah satunya adalah budidaya udang windu (Penaeus Monodon). Hal ini di sebabkan budidaya udang windu mempunyai keunggulan yang kompetitif diantaranya harga jual relatif stabil dan pemeliharaannya relatif sederhana.

            Berdasarkan hal tersebut di atas untuk lebih mengembangkan budidaya ini maka di perlukan upaya secara menyeluruh untuk meningkatkan produksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani dan membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja produktif.


B.     Identitas Perusahaan
            Di kota Takalar terdapat salah satu perusahaan tempat pembudidaya udang windu perusah tersebut bernamakan PT.CITRA BAKTI MONODON yang beralamatkan di Kota Takalar, Kecamatan Galesong, Desa Galesong baru.
              Kami berharap perusahaan kami dapat membantu para petani yang ingin bekerja sebagai tehknisi di perusahaan kami dan menyalurakan ilmu nya dalam bidang usaha budidaya udang windu.














C.    Struktur Organisasi Perusahaan
ADAPUN STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
(PT.CITRA BAKTI MONODON)
D.   Visi –Misi Dan Tujuan
Visi
Menjadi pengusaha yang konsisten, dan memberikan kualitas udang windu yang jauh lebih berkualitas.
Misi
a.  Budidaya udang windu dengan gaya petambak modern
b.  Selalu berusaha meneliti dan konsisten dalam merawat udang di tambak
c.  Memberi makan udang dengan gizi dan nutrisi sesuai standar budidaya
d.  Menciptakan lapangan kerja bagi penduduk sekitar
      Tujuan
            Tujuan dari usaha budidaya udang windu adalah:
1.  Dapat melakukan usaha pemeliharaan udang windu dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar
2.  Dapat menjaga kelangsungan pemeliharaan udang windu dan mengembangkannya.
3.  Dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain.

E.   Jenis Usaha Yang Di Kembangkan
Perusahaan kami yaitu PT. Citra Bakti Monodon mengembangkan salah satu usaha
Budidaya pembesaran udang windu (Penaus Monodon) alasan mengapa perusahaan kami memilih pembesaran udang windu, karena menurut kami udang windu memiliki harga pasar yang baik dan relatif stabil.

Bukan cuman itu, secara ekonomis keberhasilan panen udang windu, ukuran konsumsi memberikan keuntungan yang tertinggi persatuan waktu di bandingkan komoditas ikan lainya.
BAB II
PASAR DAN PEMASARAN

A.   Gambaran Lingkungan Usaha

Usaha ini terletak  di tempat yang sangat strategi, dimana boleh di katakana dekat dengan keramaian kota. Disamping  itu usaha ini dekat dengan lingkungan petani tambak. Sehingga petani tambak dapat lebih mudah dalam pemeliharaan induk udang dalam usaha mereka.

B.   Kondisi Pasar

Kondisi pasar dapat di bedakan dalam 2 bagian:
1.  Pasar Sasaran
Sasaran dan pemasaran pada umumnya terfokus buat masyarakat petani tambak dan juga buat perusahaan yang membutuhkan hasil induk  udang windu yang baik dan berkualitas.
2.  Pasar Peluang
Dalam pemasaran kami mendapat peluang besar, karena hingga saat ini komoditas udang windu masih merupakan pilihan utama untuk di budidayakan oleh petambak terutama petambak sederhana. Hal ini di karenakan udang windu mempunyai harga pasar yang baik dan relatif stabil.

C.   Rencana Pemasaran

1)    Penetapan Harga Produk
Dalam penetapan harga, kami menyediakan harga untuk pembesaran dengan kualitas terbaik dan terjangkau oleh masyarakat sekitar. Setelah memperhitungkan dengan cukup matang akhirnya perusahaan kami menetapkan harga yang lebih murah dari harga umum di pasaran. Agar masyarakat dapat tertarik dan menjadikan perusahaan kami tempat pembelian terfavorite mereka.
2)    Strategi Pemasaran
Strategi yang kami jalankan dalam pemasaran produk ini yaitu :
1.    Penerimaan pesanan induk udang windu dengan kualitas terbaik.
2.    Menjual dengan harga terbaik,dan pastinya mampu di jangkau oleh masyarakat khususnya petani tambak.
 BAB III
ASPEK PRODUKSI

A.   Analisa Lokasi Usaha

Lokasi yang memenuhi syarat untuk pembesaran udang windu adalah :
1.    Pilih lokasi usaha pembesaran yang mempunyai air dengan kondisi bersih dan juga jernih dengan salinitas 15-35 ppt, suhu 24-32oC, ph 7,5-8,5, oksigen terlarut minimal 3 ppm dan tidak tercemar oleh apapun.
2.    Siapkan segala peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya pembesaran udang windu, diantaranya seperti salinometer, pH meter, thermometer dan tes kit kualitas air.
3.    Buat tambak dengan ukuran 2.000-3.000m2.
4.    Olah dasar tanah tambak yang akan digunakan untuk budidaya dengan cara dicangkul, dibalikkan dan dikeringkan. Selanjutnya tambahkan dengan pupuk kandang 250 gram/m2, TSP 5 gram/m2 dan pupuk urea5 gram/m2.
5.    Isi tambak dengan air payau dengan tinggi sekitar 80 cm.

B.   Fasilitas dan Peralatan Usaha
1)    Fasilitas
a)     Pematang / tanggul
1.       Pematang harus kedap dengan maksimum kebocoran sebesar 10% dalam tiap minggu.
2.     Tambak dapat diisi air sampai kedalaman minimal 70cm dari dasar tambak dan  maksimal 1 meter.
b)   Dasar tambak
1.         Kemiringan dasar tambak sekitar 0,2% (selisih 20 cm ke arah pembuangan/outlet).
2.         Caren berjarak 1 meter dari berem tanggul dengan lebar tergantung dengan kebutuhan. Kedalaman caren 0.2 – 0,5meter. Caren bertujuan untuk memudahkan pengeringan.
Pintu air Pintu air berfungsi untuk mengisi air ke dalam petakan tambak dan membuang air pada saat pemeliharaan dan panen udang.
c)    Pintu air
  Pintu air berfungsi untuk mengisi air ke dalam petakan tambak dan membuang air pada saat pemeliharaan dan panen udang. Pintu air dapat terbuat dari kayu atau semen, serta dilengkapi dengan saringan untuk mencegah masuknya udang dan ikan liar ke dalam tambak pada saat pengisian air.
Pintu air sebaiknya:
1.      Pintu pemasukan dan pengeluaran terpisah.
2.      Dimensi pintu
a.   Pintu air yang banyak digunakan adalah model pintu monik. Ukuran idealnya adalah lebar mulut pintu 0,8-1 meter, dan dipasang 2 buah tiap petakan 1 Ha, sehingga mampu membuang air bagian dasar.
b.   Pintu air juga dapat berupa pipa PVC dengan sistem pipa goyang. Jumlah pipa untuk luas 1 Ha minimal 4 buah dengan diameter pipa 8 inci, sehingga dapat membuang air dengan cepat. Lakukan pengecekan kebocoran tanah di sekitar pipa dengan memadatkan tanah disekitar. Jika perlu, lakukan dengan membelah tanggul sehingga bagian yang dilewati pipa, tanahnya dapat dipadatkan.

d)   Persiapan dasar tambak
Dasar tambak merupakan tempat udang windu hidup, mencari makan, sekaligus membuang kotoran. Maka dari itu kebersihan dasar tambak pada saat persiapan harus menjadi proritas utama. Lumpur dari dasar tambak yang berupa sisa metabolisme serta plankton yang mati tidak boleh ditumpuk diatas pematang, karena bila hujan, akan dapat kembali ke tambak dan memperburuk kondisi tambak. Selain itu bahan organik ini akan meningkatkan timbulnya gas beracun seperti NH3 atau H2S yang sangat membahayakan dalam melakukan pembesaran udang windu.
e)    Pengeringan dasar tambak
Pengeringan tanah dasar tambak bertujuan untuk meningkatkan oksidasi tanah,sehinga dapat mempercepat penguraian bahan organik. Proses pengeringan dapat dipercepat dengan pembuatan parit/caren keliling. Pengeringan tanah dilakukan hingga tanah retak-retak (kadar air sekitar 20%). Pengeringan tidak boleh dilakukan sampai tanah berdebu karena proses mineralisasi bahan organik akan berhenti. Pembalikan tanah dilakukan apabila tanah bagian bawah setebal 10-20 cm masih banyak bahan organik (ditandai dengan warna hitam dan bau menyengat).
f)     Perbaikan keasaman (pH) tanah
Derajat keasaman tanah yang baik adalah 6,5-7,5. pH dapat diukur dengan cara menancapkan pH soil tester langsung ke tanah pada beberapa titik dan diambil nilai rata-ratanya. Bila tanahnya keras,ambil sampel tanah dasar tambak pada kedalaman 5-15 cm, dicampur dengan air pH 7 (netral), kemudian ditest dengan alat pH soil tester.
g)   Cara perbaikan pH
Tambak yang mengandung pirit, ditandai dengan warna merah, lakukan reklamasi atau pencucian hingga pH tanah mencapai 6,5.



h)   Peralatan Yang Digunakan
Alat yang akan digunakan dalam kegiatan praktik pemeliharaan pembesaran udang windu antara lain :
1.  Ember plastik
2.  Timbangan                
3.  Jala atau jaring
4.  Refraktometer
5.  Thermometer
6.  pH meter
7. Kincir air
8.  Pompa
9.  Generator set

2)  Peralatan
Peralatan
 Harga 
Sewa lahan udang windu
Rp.
2.104.000
Pengadaan bibit udang windu
Rp.
1.882.700
Peralatan pembersih kolam
Rp.
78.820
Pembuatan kolam udang windu
Rp.
2.222.800
Pompa air
Rp.
411.500
Selang dan paralon
Rp.
91.500
Drum
Rp.
220.500
Jaring
Rp.
62.000
Wadah dan jerigen
Rp.
86.050
Timba
Rp.
67.700
Terpal dan selang
Rp.
79.500
Peralatan tambahan yang lainnya
Rp.
35.400
Jumlah Investasi
Rp.
7.342.470

C.   Kebutuhan Bahan Baku
Sedangkan untuk bahan yang akan digunakan dalam kegiatan praktik pemeliharaan pembesaran udang windu antara lain
a. Kapur
b. Desinfektan
c. Pupuk
d. Benih udang windu atau benur
e. Pakan
f.  Probiotik
D.   Kebutuhan Tenaga Kerja
Jumlah : 64 orang
Tabel Jumlah dan Gaji Tenaga Kerja per Tahun
No.
Jabatan
Jumlah
Gaji Per Bulan
(Rp)
Jumlah Per Tahun
(Rp)
1.
Teknisi Kepala
1
2.000.000,00
24.000.000,00
2.
Teknisi
5
7.500.000,00
90.000.000,00
3.
Operator
50
25.000.000,00
300.000.000,00
4.
Staf Administrasi Keuangan
1
750.000,00
9.000.000,00
5.
Straf HRD
1
750.000,00
9.000.000,00
6.
Satpam
6
500.000,00
6.000.000,00
Jumlah
64
36.500.000,00
438.000.000,00



Keterangan :
1.    Orang teknisi mengelola 10 ha, dengan operator 10 orang.
2.    Jumlah tenaga kerja dan gaji hasil wawancara dengan PT.Surya Citra Monodon
3.    Perusahaan Tambak Udang di Kabupaten Takalar
4.    Upah belum termasuk lembur, intensif dan bonus.

E.   Proses Produksi
Berdasarkan identifikasi permasalahan budidaya udang windu , terdapat sedikitnya tiga faktor penyebab gagal berproduksi antara lain : kualitas induk yang rendah dan terinfeksi virus white spot (WSSV); lingkungan tempat budidaya yang terkontaminasi dan fluktuasi lingkungan dalam tambak yang ekstrim akibat eutrifikasi. Permasalahan ini terjadi pada semua tingkatan teknologi pembesaran mulai dari teknologi tradisional hingga intensif. Permasalahn lain yang dapat memperparah kegagalan adalah sistem tata guna air yang buruk antar petambak sehingga memudahkan   terkontaminasi dan infeksi pada petakan tambak dalam satu kawasan.
 Permintaan negara konsumen udang saat ini sangat menekankan keamanan pangan (food safety), sehingga mengharuskan produksi udang bebas dari bahan-bahan yang berbahaya seperti antibiotik, pestisida dan bahan berbahaya lainya. Oleh karena itu perlu disusun petunjuk-petunjuk teknis budidaya udang yang mampu memperkecil resiko kegagalan, ramah lingkungan  dan keamanan pangan dari hasil produksi.

1.    Faktor penghambat dan pendukung tercapainya sasaran produksi perikanan produksi         
Beberapa aspek yang menyebabkan hasil budidaya tambak tidak maksimal, salah satu isu strategis adalah terbatasnya pengetahuan dan teknologi budidaya yang dimiliki bagi para petani tambak itu sendiri. Keterbatasan pengetahuan dan teknologi ini berakibat pada kesulitan mereka untuk dapat meningkatkan hasil produksi tambak persatuan luas. Hal ini menjadi cermin bagi petugas perikanan dalam penyebarluasan atau penyuluhan bagi petani tambak.
Beberapa kemungkinan penyebab keterbatasan pengetahuan dan      teknologi petani tambak adalah :
a)  Terbatasnya jumlah dan kapasitas pengetahuan tenaga pendamping yang dimiliki oleh dinas terkait (dinas perikanan dan kelautan badan diklat dll) dalam melakukan penyuluhan budidaya di lapangan.
b)  Kurangnya atau terputusnya koordinasi dari instansi terkait dalam melakukan sosialisasi  setiap teknologi baru yang dihasilkan.
c)   Secara umum petani tambak mempunyai keengganan untuk menerima teknologi baru , yang belum dipraktekan atau dilihat secara langsung oleh petani di daerah tempat usahanya. Hal ini disebabkan karena adanya ketakutan dan keraguan mengenai tepat tidaknya teknologi tersebut dalam meningkatkan produktivitas usahanya.

2.    Adapun faktor-faktor yang mendukung produktivitas perikanan budidaya antara lain:
1)  Potensi sumber daya perikanan budidaya cukup besar dengan aneka jenis ikan dan biota air laut maupun air tawar bernilai ekonomis (udang,ikan kerapu,rumput laut,ikan patin dll) yang memungkinkan untuk dibudidayakan.
2)  Lahan untuk usaha budidaya yang terbentang luas di wilayah indonesia.
3)  Sumber daya manusia serta tenaga kerja yang relatif banyak dan murah.











 BAB IV

                                                  ASPEK KEUANGAN

A.   SUMBER MODAL


Biaya yang diperoleh berasal dari :
a). Modal pribadi
b). Pinjaman bank
c). Sumbangan bersama

B.   Biaya Pra Investasi : Biaya Persiapan dan Studi Kelayakan

Biaya Operasional
1.
Persiapan dan perbaikan konstruksi
1500000
2.
Benih udang windu (tokolan) 20.000 ekor @ 40
800000
3.
Pakan buatan 300 kg @ 11.000
3300000
4.
Pupuk Organik 3.000 Kg @ 50
150000
5.
Pupuk Anorganik 150 kg @ 5.000
750000
6.
Kapur pertanian (dolomit) 1.500 Kg @ 600
900000
7.
Saponin 40 Kg @ Rp. 5.500
220000
8.
Biofilter/bioscreen 1 paket
375000
9.
Feed Additve 1 paket
500000
10.
Bahan bakar 1 paket
3000000
11.
Perawatan dan perbaikan sarana budidaya
375000
12.
Biaya lainnya
250000
13.
Tenaga operator 1 orang x 5 bulan @ 500.000
2500000
14.
Biaya panen 1 paket
600000
Jumlah
15220000
Biaya operasional selama 1 tahun
30440000
Pemasukan
Penjualan udang 2×370 kg @Rp. 70.000/kg
51800000
Keuntungan
17360000

C.   Biaya Investasi
Biaya Investasi
No
Komponen biaya
 Jumlah (Rp)
1.
Sewa tambak selama 1 tahun
1500000
2.
Sewa peralatan dan sarana tambak 1 paket
1000000
3.
Sewa pompa 2 unit @ 750.000
1500000
Jumlah
4000000

D.   Biaya Pemasaran

Bi          Biaya  Trasportasi meliputi :
1)  Pembelian 2 truk                                         = Rp. 300.000.000
2)  Bahan bakar bagi fasilitas dan peralatan    = Rp. 300.000.0000
3) Jumlah biaya transportasi                                = Rp. 600.000.000
Jadi total keseluruhan biaya yang dibutuhkan dan di pakai adalah
Rp  701.000.000


BAB V
KESIMPULAN

Produksi udang di tanah air hingga saat ini pasok utamanya masih mengandalkan hasil tangkapan dari laut, yang kegiataannya terkadang sangat sulit dikendalikan untuk tetap pada produksi optimum. Kegiatan penangkapan udang di laut sudah cenderung melebihi jumlah penangkapan yang di perbolehkan sehingga dapat membahayakan keseimbangan biologis perairan. Beberapa perusahaan penampungan udang (cold strorage) di indonesia telah mencatat bahwa saat sekarang jumlah produksi hasil tangkapan udang dari laut jauh menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dapat dijadikan sebagai indikator bahwa populasi udang di laut telah mengalami penurunan akibat eksploitasi yang berlebihan akibat intensitas alat tangkap yang di gunakan oleh nelayan. Agar pemenuhan jumlah ekspor udang dapat terus di pertahankan, maka pemerintah telah mengambil langkah-langkah diantaranya dengan program peningkatan budidaya untuk ekspor perikanan (propekan) melalui pengembangan wilayah budidaya (tambak) sesuai dengan spesifikasi dan karakteristik wilayah masing-masing.
          Budidaya udang di tambak kiranya perlu terus ditingkatkan karena sebenarnya prinsip dari usaha tersebut adalah mengaplikasikan teknologi yang dapat merubah proses produksi melalui ukuran ekologis sesuai yang dianjurkan dalam cara budidaya ikan yang baik (good aqualture practices), agar produksi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar saat ini, terutama untuk negara uni eropa. Penyediaan induk sebagai mata rantai pertama dalam pembudidayaan udang memegang peranan cukup penting. Bahkan untuk melaksanakan usaha budidaya udang dengan teknologi tinggi (intensif),semi intensif maupun tradisional,penyediaan induk secara berkesinambungan sangat diperlukan tidak hanya untuk peningkatan produksi (kuantitas) tetapi juga menjamin mutu (kualitas) produk sehingga mampu bersaing.









PROPOSAL USAHA PEMBESARAN UDANG WINDU PROGRAM KEAHLIAN : TEKNOLOGI BUD...